facebok

Klik Like Bila bermanfaat

×

Menanamlah Meskipun Tanamanmu Dirusak..tapi Itu Sedekah




Tentunya ketika kita menanam sesuatu tanaman, maka kita mengharapkan tanaman tersebut bisa kita panen..

Tapi bagaimana bila tanaman yang kita tebar dan semai benihnya, rawat dan siram pohonnya,

Ternyata dirusak oleh pihak-pihak yang tidak kita kehendaki seperti daunnya di makan ulat atau dimakan ayam, buahnya digerogotin lalat buah,ulat buah, belatung ataupun kelelawar. Juga Bijinya dimakan burung . Bahkan tanaman yang sebentar lagi dipanen ternyata di curi orang…

Jangan lah anda murka dan bersedih hati, bersabarlah dan bergemberilah karena usaha anda tidaklah sia-sia..

Karena telah berkata Orang yang benar sekaligus dibenarkan perkataannya, dia shallallahu alaihi wa sallam berkata:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا, أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيْمَة ٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

“Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian hasil tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan (tanaman tersebut) menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Bukhari hadits no.2321)

(oleh :sugeng priyadi )

KEAJAIBAN SEDEKAH : HAJI DENGAN SERATUS RUPIAH

KEAJAIBAN SEDEKAH : HAJI DENGAN SERATUS RUPIAH

KEAJAIBAN SEDEKAH


Pergi Haji Modal ‘Seratus Rupiah’

Tahun 1991, ibadah haji, ONH-nya sekitar enam juta rupiah.

Bertambah lama seiring dengan perubahan nilai tukar rupiah, ONH semakin misalnya tujuh juta, sembilan juta, dua belas juta, dua puluh satu juta, dua puluh lima juta rupiah,

Bagaimana kalau ada orang yang pergi haji dengan modal ‘seratus rupiah’ saja…?

Pada hari minggu pagi yang cerah, seperti biasanya saya pergi belanja di salah satu pasar. Suatu ketika saya belanja palawija pada seorang ibu setengah baya. Ada satu hal yang membuat saya terpana. Saya sangat tertarik melihat cara ibu tersebut melayani pembelinya.

Karena tertarik, maka setiap saya pergi ke pasar tersebut saya selalu memperhatikan lebih seksama lagi terhadap perilakunya. Beberapa kali saya perhatikan menjadikan saya lebih ‘penasaran’ untuk lebih mengikuti secara rutin kejadian demi kejadian yang ‘diperagakan’ oleh ibu tersebut.

Katakanlah ia bernama Ibu Asih. Apa yang dilakukannya setiap ia melayani pembelinya? Yang membuat saya kagum tiada habisnya ialah, setiap ia selesai menjual barang dagangannya, secara spontan mulutnya selalu bergumam lirih dengan ucapan “Alhamdulillah”

Apakah dagangannya laku sedikit atau laku banyak, selalu saja mulutnya bergumam alhamdulilaah sebagai ungkapan rasa syukurnya.

Yang lebih menarik lagi ialah setiap ada orang peminta-minta yang menengadahkan tangannya, tidak satupun yang tidak diberinya, demikian pula tak satupun seorang pengamen yang lewat yang tidak diberinya.

Meskipun ia sedang sibuk melayani orang-orang yang sedang membeli barang dagangannya, selalu saja ia menyempatkan tangannya untuk memberi mereka. Diambilnya uang logam seratus rupiah, yang rupanya sudah disediakan untuk orang-orang tersebut. Sayangnya saya tidak pernah bertanya kepadanya kira-kira ada berapa puluh orang dalam satu hari ia memberi orang miskin dan para pengamen tersebut .

Ini sebuah kejadian yang nampaknya biasa-biasa saja. Tetapi memiliki nilai yang sangat tinggi dalam kehidupan sosial maupun dalam kehidupan religius. Ucapan syukur beserta penghayatan dan sekaligus pengamalannya telah diperagakan oleh ibu Asih. Meskipun dengan cara sederhana dan dengan nilai rupiah yang kecil.

Hal ini sangat berbeda sekali dengan kondisi sebuah toko yang lebih besar, yang letaknya tidak seberapa jauh dari ibu penjual palawija ini.

Di depan toko itu tertempel kertas putih bertuliskan kalimat yang cukup ‘sopan’ yaitu : ‘maaf ngamen gratis’

Sebuah retorika yang cukup sopan dan lembut, tetapi jika dilihat dari sudut pandang yang lebih arif, kita bisa menyimpulkan bahwa hati dan perasaan ibu Asih jauh lebih lembut dari pemilik toko tersebut.

Saya menaksir bahwa keuntungan yang diraih oleh pemilik toko tersebut nampaknya cukup besar setiap harinya. Tetapi ia tidak mau dan tidak rela ‘berbagi rasa’ dengan para pengamen dan para pengemis, walaupun hanya seratus rupiah saja.

Sungguh sangat berbeda dengan kondisi ibu Asih, yang dagangannya jauh lebih kecil dibanding toko tersebut, tetapi ia mempunyai hati yang lembut dan rasa welas asih kepada para pengamen dan para peminta-minta.

Setelah saya amati sekian lama, hasil dari perilaku ibu Asih tersebut sungguh luar biasa. Kami perhatikan barang dagangannya bertambah lama semakin bertambah besar. Dan klimaksnya, beberapa waktu yang lalu ia dapat pergi menunaikan ibadah Haji bersama suaminya.

Dan saya pun merenung. Allah telah mengganti nilai seratus rupiah yang diperuntukkan bagi orang-orang miskin itu. Sekarang tumbuh menjadi dua buah ONH bu Asih dan suaminya. Sungguh luar biasa!

Satu lagi yang dapat saya simpulkan, bahwa ucapan alhamdulillaah di bibir ibu Asih mempunyai timbangan setara dengan lima puluh juta rupiah. Subhaanallah…

Apa janji Allah Swt ?

QS. Ibrahim : 7

“Barangsiapa yang mensyukuri nikmatKu, pasti akan Aku tambah, dan barang siapa yang lalai dan kufur terhadap nikmatKu, maka tunggulah siksaKu amatlah pedihnya ”

Melihat contoh sederhana dalam kehidupan semacam ini, sebagai orang yang beriman tentu hati kita menjadi tergerak untuk menirunya. Meniru kelemah lembutan hatinya. Meniru kepeduliannya. Meniru rasa percaya dirinya akan balasan dari Allah Swt. Dan meniru bagaimana cara mengungkapkan rasa syukurnya.

Yah, kadang-kadang manusia memang harus banyak belajar dari manusia lainnya. Bahkan dari semua peristiwa yang telah terjadi. Karena semua peristiwa yang telah terjadi di dunia ini adalah contoh berharga yang harus kita pelajari, kita baca, dan kita renungkan. Semua itu merupakan ilmu Allah yang sangat mahal nilainya.

Dengan ‘modal’ seratus rupiah, bu Asih berangkat Haji bersama suami…!

QS. Al Baqarah: 152

Maka ingatlah kepadaKu, supaya Aku juga ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih.

***

7 Langkah Program Investasi Sedekah

7 Langkah Program Investasi Sedekah


“Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan . . . . . 
Kecuali ia bertambah … bertambah … bertambah …” (HR At-Tirmidzi)

“Siapa yang memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasannya dan baginya pahala yang mulia”(QS. Al-Hadiid 57:11)

“…janganlah kamu takut kepada kemiskinan karena membelanjakan harta di jalan Allah SWT…” (QS. Al-Baqarah 2:245)

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan yang sempurna sehingga kamu menafkahkan  sebagian harta yang kami cintai di jalan Allah SWT…”
 (QS. Ali Imran 3:92)

“Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah SWT. Maka diantara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah yang membutuhkann-Nya…”
 (QS. Muhammad :38)

Dan Allah senantiasa memberi pertolongan kepada hambanya selama ia menolong saudaranya”  (HR. Muslim)


Perbanyaklah SEDEKAH, Karena didalamnya terdapat KHASIAT :
1.        Melapangkan rejeki
2.        Menyembuhkan berbagai penyakit
3.        Menjauhkan dari segala macam kesulitan danmasalah
4.        Diselamatkan dari segala keburukan
5.        Menenangkan hati dan Jiwa
Jika selebaran yang Anda dapatkan tulisannya kurang jelas, maka sebaiknya Anda ketik ulang dengan catatan harus sama. Dengan demikian tulisan dan hasil foto copy yang Anda lakukan akan lebih jelas sehingga mitra Anda yang berminat untuk mencoba program ini akan lebih mudah untuk mempelajarinya.
 Semua informasi dalam program selebaran ini NYATA, perhatikan ketentuan didalamnya.

Baca informasi dan teliti dengan seksama sampai Anda mengerti dan paham, sebelum Anda memutuskan untuk ikut serta dalam program ini.

 
Menjemput Keajaiban Dengan Sedekah
Salah satu buku karya Ust. Yusuf Mansur mampu memberikan pencerahan bagi orang yang membacanya. Sebuah buku yang mampu menyadarkan nurani seorang muslim untuk mengoreksi diri, menatanya, dan bergegas untuk mengubah diri.
Buku bertema The Miracle ini menekankan bahwa ibadah adalah sebuah solusi bahkan metode untuk mengatasi berbagai problematika kehidupan dan mencapai kebahagiaan. Bukan kejadian sekedar tiba-tiba, kebetulan, dan tanpa proses.
Di antara bentuk ibadah yang disinggung dalam buku ini adalah sedekah dan shalat, terutama shalat malam. Rasulullah selalu memulai hidupnya dengan qiyamullail. Tidak sembarang hamba yang mau melaksanakan qiyamullail (tahajjud).
Kita mungkin bisa bangun malam, tapi belum tentu mau shalat malam kecuali hamba-hamba-Nya yang terpilih. Para malaikat pun terkagum-kagum dengan orang yang melaksanakan qiyamullail. Allah SWT menjanjikan keutamaan bagi siapa saja yang mengerjakan shalat malam. “Dan pada sebagian malam hati bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” (QS Al Israa’ : 79).
Adapun sedekah, ia adalah jalan cepat bagi siapa saja yang ingin mendapatkan rezeki, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Carilah rezeki dengan bersedekah”
Bukankah sebelum menangkap ikan kita harus memancing?
Bahkan dalam keadaan sempit pun kita sangat dianjurkan bersedekah agar kita menjadi lapang. “Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta dari harta yang diberikan Allah kepadanya...” (QS At Thalaq ; 7).
Ust. Yusuf Mansur, melalui penuluran kisahnya dalam buku ini, baik yang Beliau alami sendiri amupun testimoni jamaahnya, mampu memberikan pemahaman dengan baik bahwa dengan jalan sedekah dan shalat malam (tahajjud), seseorang akan diampuni dosanya oleh Allah SWT, do’anya menjadi mustajab, dijaga kesehatannya, kehidupannya menjadi berkah, dan akan dikayakan oleh Allah SWT.
Yang istimewa, kajian sedekah dalam buku ini melalui pendekatan ilmiah, yang membuktikan bahwa sedekah itu bersifat metodologi. Tidak berlebihan bila dibilang buku ini memberikan nuansa yang berbeda dalam melengkapi khazanah kajian tentang sedekah.



7 (TUJUH) LANGKAH YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGIKUTI
PROGRAM INVESTASI SEDEKAH :
  1. Harus memiliki rekening tabungan dan kartu ATM Bank BRI (untuk menyeragamkan dan online seluruh Indonesia), jika Anda belum punya segeralah membuka tabungan BRI dan kartu ATM-nya. Transfer dengan ATM adalah syarat dalam bergabung di program ini.
  2. Setelah Anda membuka tabungan, sehari kemudian Anda sudah dapat bertransaksi menggunakan ATM, kemudian transferkan uang ke 4 (empat) nomor rekening yang tertulis dihalaman KOLOM INVESTOR BARU, masing-masing Rp 20.000,- sehingga total seluruhnya berjumlah Rp 80.000,- lalu simpan 4 lembar slip/bukti transfernya.
  3. Perhatikan, Anda sudah disediakan satu halaman kosong (di lembaran terakhir), KOLOM BUKTI TRANSFER dan KOLOM INVESTOR BARU.
  4.  Ambil satu halaman kosong yang kami sediakan
Pada KOLOM BUKTI TRANSFER rekening, rekatkan slip/bukti transfer anda dengan urutan sebagai berikut :
    • Rekatkan bukti transfer peserta IV di kiri atas (sangat sejahtera)
    • Rekatkan bukti transfer peserta III di kanan atas (sejahtera)
    • Rekatkan bukti transfer peserta II di kiri bawah (cukup sejahtera)
    • Rekatkan bukti transfer peserta I di kanan bawah (pra sejahtera)
Pada KOLOM INVESTOR BARU kosong:
*      Keluarkan/hilangkan peserta IV (sangat sejahtera)
*      Tulis dan pindahkan data peserta III menjadi peserta IV.
*      Tulis dan pindahkan data peserta II menjadi peserta III.
*      Tulis dan pindahkan data peserta I menjadi peserta II.
*    Tulis Nama dan Nomor Rekening Bank BRI Anda menjadi peserta I Anggota baru. Gunakan huruf balok (huruf besar) dan pastikan tulisan Anda mudah dibaca dengan jelas.
     Sabar dan jangan sekali-kali menipu dengan meletakkan nama Anda pada urutan yang tidak sesuai dengan hak Anda. Ingatlah peserta lain akan mengetahui segala kecurangan. Dengan berlaku jujur semoga Allah SWT memberi kelapangan rezeki dan memuluskan cita-cita Anda, Amin. 
5.      Sekarang Anda sudah memiliki selebaran baru yang terdiri dari :
  • Halaman sampul
  • Kisah nyata/kesaksian
  • Penjelasan program
  • 1 Lembar halaman KOLOM BUKTI TRANSFER & KOLOM INVESTOR BARU (yang sudah terisi data Anda sebagai peserta I)
  • 1 Lembar halaman KOLOM BUKTI TRANSFER & KOLOM INVESTOR BARU (yang belum terisi yang akan diisi oleh peserta berikutnya)
  • Kemudian semuanya disatukan (di steples), lalu foto copy seperti selebaran yang Anda terima saat ini minimal 100 set (semkin banyak Anda foto copy, insya Allah semakin besar total uang yang akan Anda terima).
  1. Sebarkan fotocopy selebaran ini kepada minimal 100 orang dimana saja di seluruh Indonesia, paling lambat dalam 1 minggu harus sudah tersebar semua, Anda bisa berikan kepada saudara dan sanak famili, teman, kenalan, dan semua orang yang Anda inginkan hidupnya bahagia.
  2. Bisa juga fotocopy selebaran ini Anda kirimkan via pos, fax, atau diletakkan di tempat-tempat umum, seperti ATM, mall/shopping center, cafe, internet, sekolah, masjid, gereja, kantor Anda sendiri, rumah sakit, puskesmas, terminal, angkutan umum, perumahan, tempat wisata, dll. 
  3. Tugas Anda selesai sampai disini dalam program investasi ini. Kerjakan pekerjaan rutin Anda sehari-hari misalnya sebagai pegawai negeri, atau swasta, mahasiswa, manager, direktur, dokter, wiraniaga, peneliti, aktifis LSM, parpol, anggota TNI/polisi, dll. Empat minggu kemudian cobalah cek saldo Tabungan Anda, Insya Allah akan bertambah terus.

Asumsi jumlah uang yang akan Anda terima dalam 4 minggu adalah :
  


Minggu I
Misalkan Anda
Mendapatkan 25 peserta baru, Anda pada posisi I akan menerima uang = 25 x Rp.20.000,-
Rp 500.000,-
Minggu II
25 peserta diatas mendapat @25 peserta baru
Anda masing-masing mendapatkan 25 peserta Baru, Anda pindah pada posisi II = 25 x25 x Rp 20.000,-
Rp 12.500.000,-
Minggu III
Setiap 25 peserta baru mendapatkan @25 peserta berikutnya, Anda pindah pada posisi III = 25 x 25 x 25 x Rp.20.000,-
Rp 312.500.000,-
Minggu IV
Proses yang sama berlangsung terus menerus hingga Anda Pindah pada posisi  IV = 25 x 25 x 25 x 25 x Rp.20.000,-
Rp 7.812.500.000,-



9.    Posisi IV adalah batas akhir kesempatan Anda, setelah itu nama dan posisi Anda akan keluar dari daftar peserta Program Investasi Sedekah ini, peserta lain akan menggantikan posisi Anda, namun Anda masih boleh ikut Program Investasi Sedekah ini jika Anda masih berminat (Anda menjadi peserta baru lagi dari awal).
Perhatikan seandainya Anda kurang beruntung dan hanya mendapat 10% saja dari jumlah total uang pada minggu ke IV, maka cepat atau lambat Anda masih mendapatkan Rp 781.250.000,- jumlah uang tersebut tentu jauh lebih besar dari modal awal yang Anda keluarkan yaitu Rp 80.000 + fotocopy, Yakinlah dengan penuh percaya diri, Anda bisa dan mampu untuk memperoleh lebih. 

10. Sekali lagi, Program Investasi Sedekah ini bukan penipuan (kriminal) atau rekayasa, program ini tidak ada unsur paksaan, tidak ada unsur hipnotis, tidak ada maksud-maksud tertentu, semua dilakukan atas dasar kesadaran sendiri dengan ikhlas, ibadah, membantu sesama makhluk ciptaan Allah SWT tanpa melihat status sosial.
Silahkan Anda analisa atau teliti dari segala aspek, tidak ada masalah di dalamnya, tidak ada titik jenuh (Stagnant Point), tidak ada satu pihak pun yang mengeruk keuntungan sendiri, semua berjalan sewajarnya, etis dan sangat realistis.
11.  Silahkan Anda bandingkan cara kerja program ini dengan instrumen investasi lain, beserta resikonya yang ada saat ini (seperti ; Deposito, Sahara, Saham, Obligasi, Reksadana, Future trading, Stock infec, Preperty dll). Apakah cukup dengan modal Rp 80.000,- untuk mendapatkan profit milyaran rupiah dengan masa investasi pendek seperti Program Investasi Sedekah ini ?.
12. Uang yang Anda terima ini halal, karena tidak menipu atau tidak merugikan orang lain. Program ini murni sedekah, bukan arisan berantai, bukan money game, bukan MLM (Multi level marketing) atau sejenisnya dan sama sekali tidak menjual barang atau produk.
13.  Tidak perlu banyak berpikir dan khawatir orang tidak mau bergabung, jangan pedulikan orang yang mencibir Anda, karena Anda sendiri yang menentukan nasib Anda, tapi lakukan saja (Just Do It). Selanjutnya kencangkan ibadah Anda mulai dari sekarang, banyak berdo’a dan berserah diri kepada Allah SWT. Tanamkan niat yang lurus lillahi ta’ala, memberi sedekah kepada saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan. Insya Allah, Allah SWT akan melipat gandakan amal kita, Amin
     Dan percayalah bahwa imbalannya akan datang berkali-kali lipat untuk Anda dari Allah yang Maha Kaya, yang Maha Pemberi Rezeki karena Dialah yang Maha Mengatur segala urusan makhluk-Nya. 
14.  Dalam bukunya Ust. Yusuf Mansur : The Miracle of Giving ;
“Semua ibadah termasuk sedekah untuk tujuan dunia adalah dibenarkan” (hal : 72). Selama ini kita beribadah dan berdo’a tujuannya adalah untuk meminta dan memohon kepada Allah SWT semoga Dunia dan Akhirat kita menjadi lebih baik.
     Kita ingin sukses, ingin kaya, ingin sehat, ingin lulus ujian, ingin uang 1 milyar lebih, ingin mobil dan rumah, ingin proyek kita lancar, maka yang harus kita lakukan adalah beribadah dan berdo’a, termasuk sedekah, menolong dan membantu orang lain dengan ikhlas tanpa pandang bulu. 
15.  Pepatah bijak mengatakan, “Lebih baik 1 kali mencoba daripada 1.000 kali mendengar”.

Kisah Keajaiban Sedekah I : Bangkit Dari Bangkrut

kisah keajaiban sedekahKisah keajaiban sedekah kali ini akan menceritakan cerita yang menginspirasi, yaitu bangkit dari bangkrut. Sebelumnya mari kita simak sebuah hadits riwayat Muslim berikut ini:

“Sebaik-baik sedekah adalah sedekah dari orang yang harta bendanya sedikit.” (HR. Muslim)

Ada sahabat #sedekaholic yang mengasumsikannya menjadi lebih ekstrim. Sedekah terbaik adalah pada saat kamu habis-habisan. Begitulah ujarnya. Namun, habis-habisan bagi dia adalah bangkrut sebangkrut-bangkrutnya dalam hal apapun. Bangkrut yang dimaksud disini bisa diartikan sedang terkena musibah, usaha yang dibangun hancur lebur, menderita sakit berat, ditipu orang, menghadapi masalah berat dan lain-lain.

Ada sebuah kisah keajaiban sedekah yang dirasakan sahabat #sedekaholic. Sebut saja namanya Timbul. Timbul adalah seorang pengusaha properti yang sukses, pemilik usaha cuci mobil, seorang pewaralaba took retail terkenal, seorang pembicara seminar wirausaha dan seorang motivator.

Mulai tahun 2003 hingga tahun 2005 perkembangan usahanya sangatlah pesat. Bahkan terhitung luar biasa. Hingga pada akhirnya Timbur tergiur untuk ekspansi usahanya menjadi lebih besar dari yang ada saat ini dan memutuskan untuk bekerjasama dengan partner barunya.

Dalam perjalanan bisnisnya, sesuatu yang tidak diingikan terjadi. Mitra kerjanya mengkhianati dan menipu Timbul. Sehingga usahanya yang lain ikut hancur-hancuran. Asset yang dia bangun bertahun-tahun habis, bahkan meninggalkan hutang hingga minus 5 milyar. Timbul harus menanggung beban hutaang di bank yang digunakan untuk menambah modal usaha di awal-awal merintis dulu.
Nah,disinilah awal dari kisah keajaiban sedekah yang dia alami. Dalam kondisi bangkrut dan habis-habisan Timbul tetap berpikir positif, tidak menyendiri dan punya semangat untuk bangkit sangat besar.

Timbul lalu mencari referensi cara mengatasi kebangkrutannya dalam kondisi habis-habisan saat itu. Timbul melakukan langkah-langkah seperti ini:
  1. Mohon maaf kepada Allah dan orang tua dengan rendah hati atas semua kesalahan, kelalaian dan kesombongannya saat berada diatas. Bahkan bersimpuh di kaki orang tua pada saat minta maafpun ddilakukannya.Silatiurahmi ke sahabat-sahabat yang dia ingat, khususnya yang pernah disakitinya.
  2. Minta maaf, minta motivasi dan minta saran solusi dari kebangkrutan. Temannya merekomendasikan untuk sedekah brutal, merutinkan shalat dhuha dan tahajjud.
  3. Timbul melakukan aksi gila yaitu sedekah brutal. Menyedekahkan semua asset yang ada kecuali yang untuk bertahan hidup dan untuk keperluan sehari-hari menafkahi anak istri. 
  4. Merutinkan shalat dhuha 4 rakaat, 2 rakaat tiap kali salam. Juga merutinkan shalat tahajjud di sepertiga malam yang akhir (dini hari).

Dengan semangat yang luar biasa dan sabar, perlahan Allah mulai mengabulkannya. Hanya dalam waktu tiga tahun Timbul sudah bisa menyelesaikan bebannya. Mulai tahun keempat Timbul sudah mulai surplus dan tahun berikutnya surplus bermilyar-milyar. Itulah kisah keajaiban sedekah yang dirasakan Timbul.

Belajar dari pengalaman tersebut, Timbul selalu berusaha untuk merutinkan sedekah, shalat dhuha dan shalat tahajjud. Tentunya tidak lupa selalu berdoa. Bagiamana sahabat #sedekaholic? Sungguh luar biasa kisah keajaiban sedekah diatas.

Jangan pernah ragu untuk bersedekah. Dan kita tidak harus bersedekah dalam bentuk uang. Semua yang bisa kita bagi kebahagiaannya dengan orang lain, apalagi kepada yang berhak adalah sedekah. Semoga kisah keajaiban sedekah dalam artikel ini bisa memacu sahabat #sedekaholic untuk semakin rajin bersedekah.

Kisah Nyata Keajaiban Sedekah, Diganti 1000 Kali Lipat


Kisah nyata ini terjadi di Jawa Tengah. Hari itu, seorang lelaki tengah mengengkol vespanya. Tapi tak kunjung bunyi. “Jangan-jangan bensinnya habis,” pikirnya. Ia pun kemudian memiringkan vespanya. Alhamdulillah... vespa itu bisa distarter.

“Bensin hampir habis. Langsung ke pengajian atau beli bensin dulu ya? Kalau beli bensin kudu muter ke belakang, padahal pengajiannya di depan sana,” demikian kira-kira kata hati lelaki itu. Ke mana arah vespanya? Ia arahkan ke pengajian. “Habis ngaji baru beli bensin.”

“Ma naqashat maalu ‘abdin min shadaqah, bal yazdad, bal yazdad, bal yazdad. Tidak akan berkurang harta karena sedekah, bahkan ia akan bertambah, bahkan ia bertambah, bahkan ia bertambah,” kata Sang Kyai di pengajian itu, yang ternyata membahas sedekah.

Setelah menerangkan tentang keutamaan sedekah, Sang Kyai mengajak hadirin untuk bersedekah. Lelaki yang membawa vespa itu ingin bersedekah juga, tetapi uangnya tinggal seribu rupiah. Uan g segitu, di zaman itu, hanya cukup untuk membeli bensin setengah liter.

Syetan mulai membisikkan ketakutan kepada lelaki itu, “Itu uang buat beli bensin. Kalo kamu pakai sedekah, kamu tidak bisa beli bensin. Motormu mogok, kamu mendorong. Malu. Capek.”

Sempat ragu sesaat, namun lelaki itu kemudian menyempurnakan niatnya. “Uang ini sudah terlanjur tercabut, masa dimasukkan lagi? Kalaupun harus mendorong motor, tidak masalah!”

Pengajian selesai. Lelaki itu pun pulang. Di tengah jalan, sekitar 200 meter dari tempat pengajian vespanya berhenti. Bensin benar-benar habis.

“Nah, benar kan. Kalo kamu tadi tidak sedekah, kamu bisa beli bensin dan tidak perlu mendorong motor,” syetan kembali menggoda, kali ini supaya pelaku sedekah menyesali perbuatannya.

Tapi subhanallah, orang ini hebat. “Mungkin emang sudah waktunya ndorong.” Meski demikian, matanya berkaca-kaca, “Enggak enak jadi orang susah, baru sedekah seribu saja sudah dorong motor.”

Baru sepuluh langkah ia mendorong motor, tiba-tiba sebuah mobil kijang berhenti setelah mendahuluinya. Kijang itu kemudian mundur.

“Kenapa, Mas, motornya didorong?” tanya pengemudi Kijang, yang ternyata teman lamanya.
“Bensinnya habis,” jawab lelaki itu.
“Yo wis, minggir saja. Vespanya diparkir. Ayo ikut aku, kita beli bensin.”

Sesampainya di pom bensin, temannya membeli air minum botol. Setelah airnya diminum, botolnya diisi bensin. Satu liter. Subhanallah, sedekah lelaki itu kini dikembalikan Allah dua kali lipat.

“Kamu beruntung ya” kata sang teman kepada lelaki itu, begitu keduanya kembali naik Kijang.
“Untung apaan?”
“Kita menikah di tahun yang sama, tapi sampeyan sudah punya 3 anak, saya belum”
“Saya pikir situ yang untung. Situ punya Kijang, saya Cuma punya vespa”
“Hmm.. mau, anak ditukar Kijang?”
Mereka kan ngobrol banyak, tentang kesusahan masing-masing. Rupanya, sang teman lama itu simpati dengan kondisi si pemilik vespa.

Begitu sampai... “Mas, saya enggak turun ya,” kata pemiliki Kijang. Lalu ia menerogoh kantongnya mengeluarkan sebuah amplop.

“Mas, titip ya, bilang ke istrimu, doakan kami supaya punya anak seperti sampeyan. Jangan dilihat di sini isinya, saya juga belum tahu isinya berapa,” bonus dari perusahaan itu memang belum dibukanya.

Sesampainya di rumah. Betapa terkejutnya lelaki pemilik Vespa itu. Amplop pemberian temannya itu isinya satu juta rupiah. Seribu kali lipat dari sedekah yang baru saja dikeluarkannya.

Sungguh benar firman Allah, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 261).

[Kisah Nyata Keajaiban Sedekah ini disarikan dari Buku “Kun Fayakun 2” karya Ust. Yusuf Mansur]