facebok

Klik Like Bila bermanfaat

×

Hukum Sedekah


Sedekah asal kata bahasa Arab shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata. Sedekah dalam pengertian di atas oleh para fuqaha (ahli fikih) disebuh sadaqah at-tatawwu’ (sedekah secara spontan dan sukarela).

Berasa Bedanya Sedekah Dengan Ilmu dan Tanpa Ilmu


Ada orang yang bersedekah Rp 1.000 saat shalat Jumat. Usai shalat jumat dia makan di warung dekat masjid. Ketika akan bayar, makanannya dibayarin teman. Jumlahnya katakanlah Rp. 10.000. Tapi orang ini tidak menyadari dengan ilmunya bahwa peristiwa ini ada kaitannya dengan sedekahnya yang Rp. 1.000 saat shalat jumat. Orang ini tetap bersyukur kepada Allah ada yang bayarin makanaannya. Tapi orang ini bersyukur biasa, bersyukur bukan karena ilmunya. Bedanya ada, yakni di peningkatan amaliyahnya kemudian.

Balasan Sedekah Tidak Selalu Uang


Sedekah uang tidak selalu dibalas uang. Sebagaimana sedekah, yang tidak melulu berbentuk uang. Barangkali di antara kita ada yang bertanya, “Kenapa kenyataannya tidak selalu demikian?”.
Jawabnya sebenarnya selalu demikian. Tapi kadang bukan berbentuk uang tunai. Melainkan yang senilai dengan uang tunai tersebut.

Senyumkan Hatimu Agar Bernilai Sedekah


Rasulullah SAW bersabda, “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR Tirmizi dan Abu Dzar). Dalam hadis lain disebutkan bahwa senyum itu ibadah, “Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah.” (HR Trimidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi).

Memberi Lebih Banyak, Menuai Lebih Banyak


Kita sudah belajar matematika dasar sedekah, dimana setiap kita bersedekah Allah menjanjikan minimal pengembalian sepuluh kali lipat (walaupun ada di ayat lain di mana Allah menyatakan akan membayar 2 kali lipat).

Sedekah 2,5% Tidaklah Cukup


Saudaraku, barangkali sekarang ini zamannya minimalis. Sehingga ke sedekah juga hitung-hitungannya jadi minimalis. Angka yang biasa diangkat, 2,5%. Kita akan coba ilustrasikan, dengan perkalian sepuluh kali lipat, bahwa sedekah minimalis itu tidak punya pengaruh yang signifikan.

Coba Jajal Sedekah 10%


Saudara sudah belajar, bahwa sedekah 2,5% itu tidaklah cukup. Ketika diterapkan dalam kasus seorang karyawan yang memiliki gaji 1 juta dan pengeluarannya 1,5 juta, maka dia hanya mendapatkan pertambahan 250 ribu, yang merupakan perkalian sedekah 2,5% dari 1 juta dikalikan sepuluh. Sehingga “skor” akhir, pendapatan dia hanya berubah menjadi Rp. 1.225.000. Masih cukup jauh dari kebutuhan dia yang 1,5 juta.

Sedekah 2,5% Itu Cukup Kalau…..


Setiap perbuatan pasti ada balasannya. Dan satu hal yang saya kagumi dari matematika Allah, bahwa Spiritual Values,ternyata selalu punya keterkaitan dengan Economic Values. Kita akan bahas pelan-pelan sisi ini, sampe kepada pemahaman yang mengagumkan tentang kebenaran janji Allah tentang perbuatan baik dan perbuatan buruk.

Keutamaan “Bersedekah” Kepada Istri di Hari Jum’at


Yang saya maksud “bersedekah” di sini adalah hubungan intim suami istri. Lihat tulisan sebelumnya“Hubungan Seks Suami Istri Adalah Sedekah”.  Ada temen FB yang agak “nakal”. Setiap jelang hari jumat ia selalu menulis status FB seperti ini ” Malam Jumat Wooiiiiiiiiii……….” Mungkin artikel ini ada kaitannya.

Melatih Anak Agar Gemar Sedekah


Anak adalah titipan Allah yang sangat berharga. Kewajiban orang tua adalah mendidik anak sebaik-baiknya. Bagaimana cara melatih anak agar gemar sedekah ? Mari sejenak kita renungi lirik lagu “Sedekah” by Opick berikut ini.
“Alangkah indah… orang bersedekah…. dekat dengan Allah… dekat dengan surga…Tak kan berkurang… harta yang sedekah… Akan bertambah… akan

Bersedekahlah Wahai Kaum Perempuan


Anjuran bersedekah bukan saja ditujukan kepada kaum lelaki. Rasulullah saw. bahkan berwasiat secara khusus kepada kaum perempuan. Saat bertemu dengan Asma’, Rasulullah saw. berkata, “Berinfaklah dan janganlah kamu menghitung-hitung hartamu, karena Allah juga akan menghitung-hitung rezeki-Nya untukmu. Dan janganlah engkau bakhil dengan hartamu, karena Allah juga akan bakhil kepadamu.” (Bukhari, hadits nomor 2420)

Sedekah Sirri Yuk…!


Kok sedekah sirri…? Gak salah neh…? Yang ada mah nikah sirri kalee… Ya maklum aja,  umumnya masyarakat sudah sangat akrab dengan istilah nikah sirri. Tapi saya gak bakal bahas itu, soalnya saya gak ada niat nikah sirri hehehe… Memang ada apa sih dengan sedekah sirri (diam-diam)? Uraian berikut ini mungkin akan memperjelas keutamaan sedekah sirri.

Sedekah Yang Harus Kita Sesali


Kisah  tentang sedekah memang tak pernah ada habisnya. Kisah tentang sedekah yang harus kita sesali ini mungkin bisa jadi renungan kita bersama. Diriwayatkan, seorang shahabiyah (kalangan sahabat Nabi dari perempuan) baru saja kehilangan suaminya.

Ada Apa dengan Sedekah…?


Memang ada apa sih dengan sedekah?
Katakanlah,”Sesungguhnya Tuhan-ku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya”. ( QS Saba,34: 39)

Rahasia Sedekah Di Saat Lapang dan Sempit


Sedekah di saat lapang merupakan hal biasa, meski banyak juga yang enggan melakukannya. Sedekah di saat sempit…itu baru luar biasa. Mampukah kita melakukan sedekah di saat sempit…? Hanya orang-orang yang diberi keteguhan iman yang kuat yang mampu melakukannya. Semoga kita termasuk di dalamnya.

Antara Sedekah, Riya dan Malaikat Gadungan


Teruslah mengajak orang-orang bersedekah. Dan jangan pernah Anda pusingkan pendapat orang lain yang menuduh Anda riya, ujub, dan sombong. Ah, sejak kapan dia jadi malaikat? Tahu dari mana dia, isi hati Anda? Menurut saya, akan jauh lebih baik Anda:
- lupakan malaikat gadungan itu
- luruskan niat
- teruslah bersedekah
- teruslah mengajak orang-orang untuk bersedekah

Sedekah Terang-terangan atau Gelap-gelapan?


Sedekah itu bagusnya terang-terangan atau diam-diam sih? Kenapa banyak yang doyaaaan banget bilang “Tangan kanan memberi, tangan kiri nggak boleh tahu”?  
Sebenarnya dalam Al Qur’an banyak koq ayat yang membolehkan sedekah terang-terangan. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang – terangan maka mereka mendapat pahala di sisi

Sedekah Sambil Berharap…Why Not?


Bolehkah sedekah sambil berharap? Banyak orang yang mencibir terhadap orang yang bersedekah karena berharap kepada Allah. Apakah kita tidak ikhlas hanya karena beribadah sedekah dan berharap akan kebenaran janji-Nya? 
Persoalan meminta sama Allah itu bukan persoalan ikhlas atau tidak ikhlas. Itu persoalan ibadah. Meminta adalah do’a. Silahkan saja sedekah tanpa berharap. Tapi kalau sedekah sambil berharap, maka dapat dua ibadah; pahala sedekah dan pahala berharap. Namun kita tidak boleh

Bolehkah Sedekah dengan Pamrih…?


Pada dasarnya manusia adalah makhluk pamrih. Sudah menjadi fitrah manusia untuk mencari kenikmatan (pleasure) dan menghindari kesengsaraan (pain). Yang Maha Kuasa tahu persis soal ini. Bukankah Allah yang mengajarkan ini, dengan adanya pahala dan surga, dosa dan neraka?

Ternyata Sedekah Itu Nggak Harus Ikhlas


“Sedekah itu seikhlasnya” kalimat itu biasanya yang saya gunakan kalo diminta sumbangan. “Maksudnya seikhlasnya apa sih pak” tanya temen saya, “kalo ada uang ya ngasih kalo gak ada uang ya jangan dipaksakan”, jawab saya. ” sering sedekah?” tanya temen saya, ” ya karena jarang punya uang ya jarang”, jawab saya. ” Lagian juga kalo punya uang kalo ngasihnya gak ikhlas percuma aja gak ada pahalanya”, saya nambahin.